Translate

Jumat, 20 Juni 2014

Mikroteknik Sediaan Sayatan (Metode Parafin Hewan)


Sediaan Sayatan (Metode Parafin)
    Aris Setiawan 
Departemen Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Pertanian Bogor
2013
PENDAHULUAN
Pengamatan histologi dapat dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari struktur jaringan secara detail menggunakan mikroskop. Rodensia berpotensi sebagai hewan hama dan memiliki laju reproduksi yang tinggi. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi dan mencegah semakin bertambahnya hama dilakukan penekanan laju reproduksi dengan mengendalikan fertilitas. Tanaman Jatropha curcas mengandung jatrophone yang berpotensi sebagai agensia antifertilitas dan dapat menghambat laju reproduksi rodensia. Analisis potensi agensia antifertilitas yang terkandung dalam biji jarak dilakukan terhadap profil uterus hewan uji mencit. Untuk mengetahui profil uterus mencit dilakukan pengamatan histologi. Sebelum pengamatan histologi, terlebih dahulu membuat preparat uterus dengan metode paraffin dan pewarnaan (Sinthia P, Sunarno 2007).

METODE
Fiksasi (menggunakan larutan FAAAC)

Pencucian (menggunakan akuades)

Dehidrasi (menggunakan alkohol bertingkat 30%, 50%, 70%, 80%, 90%, 100%)

Penjernihan (menggunakan xilol)

Infiltrasi (menggunkan parafin I, II, III)

Embedding (pencetakan blok parafin)

Pemasangan blok pada holder

Penyayatan

Penempelan sayatan pada kaca objek (menggunakan albumin dan air)

Deparafinasi (xilol I, 15’)

Xilol II (15’)

Alkohol 100%

Alkohol 95%

Alkohol 80%

Alkohol 70%

Haematoksilin (2’)

Bilas dengan air

Eosin (15’)

Alkohol 30%

Alkohol 50%

Alkohol 70%

Alkohol 80%

Alkohol 90%

Alkohol 100%

Xilol I (5’)

Xilol II (5’)

Entellan

Hot plate (selama satu malam)

Preparat difoto

HASIL

 

                                                                                            
                        A                                                                     B
Gambar: A. otot perut mencit (perbesaran 4X10) ; B. pangkreas mencit (perbesaran 4X10)

PEMBAHASAN
            Pengamatan organ mencit, yaitu otot perut dan pangkreas menggunakan metode parafin sangat bermanfaat dalam pengamatan struktur dan morfologi organ yang diamati. Organ pertama direndam menggunakan larutan NaCl agar sel-selnya tidak mengalami perubahan bentuk. Setelah itu difiksasimenggunakan larutan FAAAC selama kurang lebih 24 jam, agar jaringan-jaringan organ tersebut mengeras, sehingga dapat mempertahankan bentuk organ. Selanjutnya dicuci dengan aquades untuk menghilangkan bau, dan dilanjutkan dengan dehidrasi menggunakan alkohol dengan konsentrasi bertahap mulai dari 30%, 50%, 70%, 80%, 90%, dan 100%. Dehidrasi bertujuan untuk menghilangkan konentrasi air yang terkandung pada organ tanpa merubah struktur dan bentuk organ. Hal ini haruslah dilakukan secara berthap mulai dari konsentrasi rendah ke tinggi. Karena sebelum di dehidrasi, organ memiliki kandungan air yang tinggi, apalagi setelah dicuci dengan aquades, dan apabila di dehidrasi dengan alkohol berkonsentrasi tinggi, air akan keluar dengan volume yang besar dari jaringan organ, akibatnya organ akan mengkerut (berubah bentuk). Hal ini akan menyulitkan pengamatan organ, dan hasilnya juga akan berbeda serta tidak maksimal. Selanjutnya organ di jernihkan dengan xilol,  Infiltrasi menggunakan parafin, Embeding (pencetakan blok), penyayatan dan diletakkan ke preparat, deparafinasi, dan terakhir dimasukkan kedalam hot plate. Untuk mendapatkan preparat yang bagus, di perlukan ketelitian dan ketepatan dalam setiap tahap pembuatan. Praktikan sudah melakukan dan mengikuti prosedur dengan baik, sehingga hasil yang di dapat juga bagus seperti pada gambar A dan B.struktur organ yang diamati cukup bagus dan bentuknya sudah mirip dengan literatur yang ada.
            Jaringan pangkreas pada mencit merupakan unit penting dalam pencernaan, dan organ penghasil insulin. Pancreas terdiri oleh jaringan kelenjar dan jaringan system saluran bercabang yang membawa cairan pangkreas ke duodenum. Fungsi pancreas yaitu mengatur kadar glukosa dalam darah dengan memproduksi insulin yang dapat mempercepat aliran glukosa menuju sel-sel dalam tubuh, dan kemudian digunakan sebagai sumber energi (Gunarso 1986).
            Otot perut tikus terletak di antara gelang panggul dan rangka dada, dimana membentuk dinding perut yang terdiri dari otot dinding perut bagian depan, lateral, dan belakang. Strukturnya tebal dibagian terluar (dinding perut), memanjang, dan bercabang-cabang. Otot ini memiliki fungsi mengatur pernafasan pada perut, serta untuk pegerakan perut. Pergerakannya yaitu memanjang dan memendek secara aktif, sehingga dapat bermanfaat untuk mengatur tekanan udara yang ada di perut (Dellmann 1922).

SIMPULAN
            Preparat struktur perut mencit didapat dari metode paraffin. Metode ini bermanfaat dalam pengamatan histologi suatu jaringan penyusun soatu organ. Stuktur histologi perut mencit cukup tebal dan bercabang-cabang.
DAFTAR PUSTAKA

Dellmann, H. D. and E. M. Brown. 1992. Buku Teks Histologi Veteriner I Edisi III dalam terjemahan. UI Press: Jakarta.

Gunarso W. 1986. Pengaruh Dua Jenis cairan Fiksatif yang Berbeda pada Pembuatan Preparat dari Jaringan Hewan Dalam Metoda Mikroteknik Parafin. Bogoir : IPB Press.
Sinthia P, Sunarno. 2007. Potensi agensia anti fertilitas biji tanaman jarak (Jatropha curcas) dalam mempengaruhi profil uterus mencit (Mus musculus) swiss webster. Jurnal Sains dan Matematika Vol.15 No.2: 55-60. Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Hewan Jurusan Biologi FMIPA  Undip.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar