Sediaan Sayatan (Metode
Parafin)
Aris
Setiawan
Departemen Biologi
Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Pertanian
Bogor
2013
PENDAHULUAN
Pengamatan histologi dapat dilakukan untuk mengetahui dan
mempelajari struktur jaringan secara detail menggunakan mikroskop. Rodensia
berpotensi sebagai hewan hama dan memiliki laju reproduksi yang tinggi. Oleh
karena itu, untuk mengantisipasi dan mencegah semakin bertambahnya hama
dilakukan penekanan laju reproduksi dengan mengendalikan fertilitas. Tanaman Jatropha curcas mengandung jatrophone yang berpotensi
sebagai agensia antifertilitas dan dapat menghambat laju reproduksi rodensia.
Analisis potensi agensia antifertilitas yang terkandung dalam biji jarak
dilakukan terhadap profil uterus hewan uji mencit. Untuk mengetahui profil
uterus mencit dilakukan pengamatan histologi. Sebelum pengamatan histologi,
terlebih dahulu membuat preparat uterus dengan metode paraffin dan pewarnaan
(Sinthia P, Sunarno 2007).
METODE
Fiksasi (menggunakan larutan FAAAC)
Pencucian (menggunakan akuades)
Dehidrasi (menggunakan alkohol bertingkat 30%, 50%,
70%, 80%, 90%, 100%)
Penjernihan (menggunakan xilol)
Infiltrasi (menggunkan parafin I, II, III)
Embedding (pencetakan blok parafin)
Pemasangan blok pada holder
Penyayatan
Penempelan sayatan pada kaca objek (menggunakan
albumin dan air)
Deparafinasi (xilol I, 15’)
Xilol II (15’)
Alkohol 100%
Alkohol 95%
Alkohol 80%
Alkohol 70%
Haematoksilin (2’)
Bilas dengan air
Eosin (15’)
Alkohol 30%
Alkohol 50%
Alkohol 70%
Alkohol 80%
Alkohol 90%
Alkohol 100%
Xilol I (5’)
Xilol II (5’)
Entellan
Hot plate
(selama satu malam)
Preparat difoto
HASIL
A B
Gambar: A. otot
perut mencit (perbesaran 4X10) ; B. pangkreas mencit (perbesaran 4X10)
PEMBAHASAN
Pengamatan organ mencit, yaitu otot perut dan
pangkreas menggunakan metode parafin sangat bermanfaat dalam pengamatan
struktur dan morfologi organ yang diamati. Organ pertama direndam menggunakan
larutan NaCl agar sel-selnya tidak mengalami perubahan bentuk. Setelah itu
difiksasimenggunakan larutan FAAAC selama kurang lebih 24 jam, agar
jaringan-jaringan organ tersebut mengeras, sehingga dapat mempertahankan bentuk
organ. Selanjutnya dicuci dengan aquades untuk menghilangkan bau, dan
dilanjutkan dengan dehidrasi menggunakan alkohol dengan konsentrasi bertahap
mulai dari 30%, 50%, 70%, 80%, 90%, dan 100%. Dehidrasi bertujuan untuk
menghilangkan konentrasi air yang terkandung pada organ tanpa merubah struktur
dan bentuk organ. Hal ini haruslah dilakukan secara berthap mulai dari
konsentrasi rendah ke tinggi. Karena sebelum di dehidrasi, organ memiliki
kandungan air yang tinggi, apalagi setelah dicuci dengan aquades, dan apabila
di dehidrasi dengan alkohol berkonsentrasi tinggi, air akan keluar dengan
volume yang besar dari jaringan organ, akibatnya organ akan mengkerut (berubah
bentuk). Hal ini akan menyulitkan pengamatan organ, dan hasilnya juga akan
berbeda serta tidak maksimal. Selanjutnya organ di jernihkan dengan xilol, Infiltrasi menggunakan parafin, Embeding (pencetakan blok),
penyayatan dan diletakkan ke preparat, deparafinasi, dan terakhir dimasukkan
kedalam hot plate. Untuk mendapatkan preparat yang bagus, di perlukan
ketelitian dan ketepatan dalam setiap tahap pembuatan. Praktikan sudah melakukan
dan mengikuti prosedur dengan baik, sehingga hasil yang di dapat juga bagus
seperti pada gambar A dan B.struktur organ yang diamati cukup bagus dan
bentuknya sudah mirip dengan literatur yang ada.
Jaringan pangkreas pada mencit
merupakan unit penting dalam pencernaan, dan organ penghasil insulin. Pancreas
terdiri oleh jaringan kelenjar dan jaringan system saluran bercabang yang
membawa cairan pangkreas ke duodenum. Fungsi pancreas yaitu mengatur kadar
glukosa dalam darah dengan memproduksi insulin yang dapat mempercepat aliran
glukosa menuju sel-sel dalam tubuh, dan kemudian digunakan sebagai sumber
energi (Gunarso 1986).
Otot perut tikus terletak di antara
gelang panggul dan rangka dada, dimana membentuk dinding perut yang terdiri
dari otot dinding perut bagian depan, lateral, dan belakang. Strukturnya tebal
dibagian terluar (dinding perut), memanjang, dan bercabang-cabang. Otot ini
memiliki fungsi mengatur pernafasan pada perut, serta untuk pegerakan perut.
Pergerakannya yaitu memanjang dan memendek secara aktif, sehingga dapat
bermanfaat untuk mengatur tekanan udara yang ada di perut (Dellmann 1922).
SIMPULAN
Preparat struktur perut mencit didapat dari metode paraffin.
Metode ini bermanfaat dalam pengamatan histologi suatu jaringan penyusun soatu
organ. Stuktur histologi perut mencit cukup tebal dan bercabang-cabang.
DAFTAR PUSTAKA
Dellmann, H. D. and E. M. Brown. 1992. Buku Teks
Histologi Veteriner I Edisi III dalam
terjemahan. UI Press: Jakarta.
Gunarso W. 1986. Pengaruh Dua Jenis cairan Fiksatif yang
Berbeda pada Pembuatan Preparat dari Jaringan Hewan Dalam Metoda Mikroteknik
Parafin. Bogoir : IPB Press.
Sinthia P, Sunarno. 2007.
Potensi agensia anti fertilitas biji tanaman jarak (Jatropha curcas) dalam mempengaruhi profil uterus mencit (Mus musculus) swiss webster. Jurnal
Sains dan Matematika Vol.15 No.2: 55-60. Laboratorium Biologi Struktur dan
Fungsi Hewan Jurusan Biologi FMIPA
Undip.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar