Translate

Jumat, 20 Juni 2014

Genetika Laporan Isolasi DNA Plasmid



LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA MOLEKULER
Nama : Aris Setyawan
ISOLASI DNA PLASMID
LATAR BELAKANG
         Rekayasa genetika merupakan perkembangan ilmu biologi yang sangat pesat. Dalam penggunaannya rekayasa genetika salah satunya yaitu dimanfaatkan untuk memproduksi penisilin menggunakan sel plasmid. Selain itu rekayasa genetika juga digunakan untuk memproduksi antibiotik dan obat untuk mengatasi dampak masalah kesehatan manusia yang semakin lama semakin menurun. Akan tetapi dalam prosesnya masih terdapat kesalahan. Untuk itu diperlukan metode analisis dalam mengembangkan ilmu rekayasa genetika secara tepat, sehingga didapatkan hasil yang lebih maksimal (Muladno 2002). Tujuan praktikum ini adalah mengisolasi plasmid dan fragmen DNA tunggal dari fragmen DNA yang lainnya, serta melakukan pemotongan DNA menggunakan enzim restriksi.
TINJAUAN PUSTAKA
Plasmid adalah bagian penyusun dari DNA berbentuk lingkaran atau sirkuler yang memiliki kemampuan untuk bereplikasi secara sendiri (autonom). Plasmid biasanya dimiliki oleh prokariot dan bakteri tertentu, yang tidak mutlak diperlukan bagi kelangsungan hidupnya. Plasmid dapat digunakan untuk membuat DNA rekombinan, yang melibatkan proses hibridisasi dan elusi. Hibridisasi adalah proses kloning atau perbanyakan DNA, sedangkan elusi adalah proses pemisahan fragmen DNA yang terikat pada membran sel. Fragmen DNA tersebut akan dipisahkan dengan komponen penyusun sel lainnya, sehingga di dapat DNA murni yang tidak tercampur dengan komponen pengotor DNA (Pingoud 2001).
Plasmid SL 16 adalah salah satu dari beberapa jenis plasmid yang memiliki sifat dapat di sisipkan ke plasmid lain yang mengalami proses pemotongan. Plasmid ini berukuran lebih kecil dari plasmid yang akan disisipi. Untuk mengisolasi plasmid dari DNA dapat dilakukan dengan mendegradasi dinding sel dan pemisahan komponen plasmid dari komponen sel yang lainnya, serta dilanjutkan dengan pemotongan fragmen DNA menggunakan enzim restriksi. Terdapat dua jenis enzim restriksi yaitu enzim restriksi endonuklease dan enzim restriksi eksonuklease. Enzim restriksi endonuklease apabila memotong sekuen DNA maka akan menghasilkan potongan fragmen DNA berujung lancip. Sedangkan enzim resriksi eksonuklease adalah enzim yang memotong sekuen DNA akan menghasilkan potongan fragmen DNA berujung tumpul. EcoR1 merupakan salah satu enzim restriksi endonuklease. EcoR1 dsapat mengenali situs khusus pada suatuy sekuen DNA yang nantinya akan dipotong olehnya (Rusli 2006).

HASIL PENGAMATAN
Tabel 1 Hasil spektrometer plasmid pada panjang gelombang 260 nm dan 280 nm.
Sumur
OD260
OD280
Kemurnian DNA
Konsentrasi DNA (ng/µl)
1
0,220
0,115
1,913
3,080
2
0,298
0,158
1,886
4,172
3
0,988
0,526
1,878
13,832
4
0,176
0,094
1,872
2,464
5
0,927
0,496
1,869
12,978
6
0,577
0,296
1,949
8,078
7
0,612
0,325
1,883
8,568
8
0,314
0,166
1,892
4,396
9
0,364
0,189
1,926
5,096
10
0,369
0,203
1,818
5,166
11
0,452
0,245
1,735
6,328
Contoh perhitungan konsentrasi DNA :
Panjang gelombang yang digunakan adalah 260 nm, setara dengan 50 μg/ml DNA atau 40 μg/ml RNA. Ada tidaknya DNA dihitung dengan cara :
OD260/OD280 = 1,949 (contoh perhitungan pada sumur 6)
Hasil spektrofotometer dikatakan mengandung DNA murni jika OD260/OD280 > 1,8. Hasil menunjukkan nilai 1,949 yang artinya pada sumur 6  mengandung DNA murni.
Konsentrasi DNA dihitung dengan cara :
Faktor pengenceran = 700 μl, karena 5 μl DNA diencerkan hingga 700 μl. Pengenceran dilakukan sebanyak 2 kali sehingga :
Konsentrasi DNA (6)  = OD260 x 50 μg/ml x faktor pengenceran x 2
                                    = 0,577 x 50 μg/ml x (700/50) μl x 2
                                    = 8078 μg/ml = 8,078 ng/µl
PEMBAHASAN
Pengamatan isolasi DNA plasmid dengan menggunakan spektrofotometer, pada kelompok 6 berhasil mendapatkan DNA yang murni. DNA dianggap murni apabila memiliki perbandingan OD260/OD280 = 1.8-2.0 (Campbell 2002). Hasil DNA kelompok 6 memiliki selisih perhitungan OD260/OD280 sebesar 1.949 (>1.8), sehingga DNA kelompok 6 dapat dikatakan sudah murni. Kemurnian DNA juga didapat oleh kelompok 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, dan 10 dengan hasil dari perhitungan OD260/OD280 sekitar 1.8-2.0. Sedangkan pada kelompok 11 belum mendapatkan DNA murni, karena hasil OD260/OD280 sebesar 1.735. Hasil pemotongan DNA plasmid kelompok 6 menggunakan enzim restriksi yaitu adanya pita yang sejajar dengan pita vektor dan insert dalam sumur kontrol, tetapi tidak terbentuk potongan DNA plasmid. Hal ini menunjukkan bahwa DNA plasmid kelompok 6 belum terpotong oleh enzim restriksi. Kelompok yang berhasil mendapatkan potongan pita DNA plasmid yaitu kelompok 1 yang ditunjukkan dengan terbentuknya 3 pita. Pita ke-1 sejajar vektor, pita ke-2 sejajar dengan insert, dan pita ke-3 dibawah insert yang menunjukkan DNA plasmid berhasil terpotong. Kelompok 6 tidak berhasil mendapatkan potongan DNA plasmid dikarenakan pada saat running, loading dye tidak dimasukkan ke dalam sumur.

            Isolasi fragmen DNA plasmid menggunakan teknik Elusi dari gel agarosa bertujuan untuk memisahkan fragmen DNA plasmid yang ingin dipakai dengan komponen-komponen penyusun sel yang lainnya.  Hasil elusi pada kelompok 6 (sumur 8) menunjukan terbentuknya pita yang merupakan fragmen tunggal DNA plasmid yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok 6 berhasil melakukan proses elusi fragmen DNA plasmid dengan elektroforesis pada gel agarosa. Hasil yang sama juga didapat oleh kelompok 3 (sumur 5) yang ditandai dengan terbentuknya pita pada gel agarose. Sedangkan pada kelompok yang lainya (1, 2, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 11) belum berhasil melakukan proses elusi fragmen DNA plasmid, karena pada sumur gel agarose masing-masing kelompok tidak terbentuk pita DNA.
SIMPULAN
Spektofotometer digunakan untuk mengamati DNA plasmid pada gel agarose. Hasil dari spektrofotometer DNA plasmid kelompok 1-10 berhasil mendapatkan DNA plasmid yang murni, sedangkan kelompok 11 tidak berhasil mendapatkan DNA plasmid yang murni. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat kemurnian DNA kelompok 1-10 sekitar 1.8 – 2.0, sedangkan kelompok 11 adalah 1.735. Pemotongan DNA plasmid yang dilakukan oleh kelompok 6 dengan enzim restriksi plasmid SL16 dan EcoRI, menunjukkan terpotongnya plasmid yang ditunjukkan dengan terbentuk pita pada saat running. Elusi fragmen DNA plasmid pada kelompok 4 belum berhasil, karena tidak adanya fragmen tunggal pada gel agarosa.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell NA. 2002. Biologi Jilid 1. Jakarta (ID): Erlangga.
Muladno. 2002. Teknik Rekayasa Genetika. Bogor (ID): Pustaka Wirausaha Muda.
Rusli F. 2006. Screening Awal Enzim Endonuklease Restriksi Spesifik dari Bakteri. [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Teknologi Pertanian, IPB.
Pingoud A, Jeltsch A. 2001. Structure and function of type II restriction    endonucleases. Nucleic Acids Res 29(18): 3705-27.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar